Art Productions Master

Jiwa Gambuh | Kemarin, Hari Ini dan Esok

 

Dengan semangat Jiwa Gambuh hendak menghadirkan kembali kedahsyatan dramatari Gambuh dengan melihat segala aspek yang bisa meniupkan nafas panjang pada Gambuh; Jiwa Gambuh adalah gerakan kebudayaan bersama anak muda lintas pentahelix yang berkelanjutan dengan memantik kolaborasi inovatif bersama mitra pendukung lintas sektor. Jiwa Gambuh berupaya untuk menjadi platform pengoptimalan potensi dari warisan kekayaan atau aset kebudayaan Gambuh. Sehingga, Gerakan Jiwa Gambuh dapat menjadi pendukung pemulihan ekonomi dari desa Batuan dan Kabupaten Gianyar.

Salah satu upaya awal adalah membuat kegiatan hibrida terkait warisan kekayaan Gambuh Batuan bersama, pelaku budaya, komunitas muda lintas sektor, masyarakat dan desa Batuan. Mencakup penelitian, pendokumentasian pementasan melibatkan 6 sekaa (kelompok) Drama Tari Gambuh (Sekaa Gambuh Triwangsa, Sekaa Gambuh Mayasari, Sekaa Gambuh Tri Pusaka Sakti, Sekaa Gambuh Kakul Mas, Sekaa Gambuh Satriya Lelana, dan Sekaa Gambuh Sunari Wakya) penyebaran secara daring dan luring, pameran multi format dan seminar lintas pentahelix dan generasi. Sehingga bagian yang menginspirasi dan mengakselerasi proses pengembangan dan pemanfaatan potensi budaya dari Desa Batuan, Kabupaten Gianyar, Bali dan Indonesia. Dalam dramatari Gambuh yang memiliki esensi (jiwa) yang membangkitkan semangat zaman untuk terus eksis pada saat ini dan seterusnya.

Jiwa Gambuh bukan semata membahas tentang kesenian, akan tetapi sebuah gerakan kebudayaan yang mengungkap, mencatat, mendiskusikan dan menyajikannya kembali dengan bentuk ekspresi baru tentang praktek seni budaya dan kebudayaan yang ada di Batuan, Bali. Harapan dari gerakan kebudayaan ini adalah mampu menjadi model pengelolaan kebudayaan dan ekonomi kreatif Desa se-nusantara dengan keragaman Budayanya. Jiwa Gambuh merupakan praktek nyata dari kegiatan Seni Budaya di tingkat desa, Desa Administratif dan Desa Adat.

 
 
 

GAMBUH

Seni tradisi Bali dikenal memiliki banyak unsur kesenian termasuk drama dan tari. Namun, ada kesenian paling bersejarah yaitu drama tari Gambuh. Drama tari klasik Bali ini biasanya ditampilkan untuk mengiringi ritual agama. Gambuh merupakan pertunjukkan yang pada awalnya berasal dari cerita Malat, sebuah epik Panji yang berasal dari Kerajaan Majapahit kuno, epik yang mengambil peranan pokok dalam lingkungan budaya kerajaan yang menjadi tumpuannya. Jika pada zaman kerajaan, drama tari Gambuh menjadi suatu bentuk kesenian yang luar biasa, berkelas pada zamannya. Tetapi, hari ini Gambuh telah bertransformasi menjadi milik masyarakat. Gerak tari “Gambuh”, memiliki dasar-dasar atau pakem dari segala bentuk tari yang ada di Bali. menjadi sangat Penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat kembali untuk menjaga dan melestarikan kesenian Tari Gambuh, karena Para penerus adalah penjaga dari sebuah kebudayaan. jika kebudayaaan ini hancur, maka satu situs dunia akan hilang dan juga hancur.

GERAKAN JIWA GAMBUH

Jiwa Gambuh adalah gerakan kebudayaan bersama “Anak Muda” lintas pentahelix berkelanjutan. Berniat memantik kolaborasi inovatif bersama mitra pendukung lintas sektor. Bersama mengembangkan platform pengoptimalan potensi dari warisan kekayaan kebudayaan Gambuh, menjadi bagian dari pendukung pemulihan ekonomi dari desa Batuan dan Kabupaten Gianyar. Salah satu upaya awal adalah membuat kegiatan hibrida terkait warisan kekayaan Gambuh Batuan bersama pelaku budaya, komunitas muda lintas sektor, masyarakat dan desa Batuan. Mencakup penelitian, pendokumentasian pementasan melibatkan 5 sekha (kelompok) Drama Tari Gambuh, penyebaran secara daring dan luring, pameran multi format dan seminar lintas pentahelix dan generasi. Sehingga menjadi bagian yang menginspirasi dan mengakselerasi proses pengembangan dan pemanfaatan potensi budaya dari desa Batuan, Kabupaten Gianyar, Bali dan Indonesia. Follow instagram @balipurnati, @jiwagambuh

 

 

TIM KERJA

Dewan Pembina kegiatan Jiwa Gambuh

Cok Istri Ratih Iryani, Jean Couteau, I Wayan Westa, Restu I. Kusumaningrum, Andar Manik, Tara Sutrisno

Tim Utama Jiwa Gambuh

Ni Wayan Wartini, Henny Dasriyani, Fariza Rizky, Siti Dexara Hachika, Sarah Nurmala, Ade R. A. Kresna, Anak Agung Gede Karsana, Ni Wayan Rina, Muhammad Afridho Azizi

Dokumentasi Kegiatan

Djajusman, FOCUSED Equipment

TERIMA KASIH KEPADA

Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Desa Batuan, Jaba Pura Desa Batuan, Institut Seni Indonesia Denpasar, Bumi Purnati Indonesia, Taut Seni, Yayasan Losari, Sekehe Gambuh penyungsung Pura Dalem Puri Batuan Sukawati, Triwangsa, Sekaa Gambuh Mayasari, Sanggar Seni Sunari Wakya, Sanggar Seni Satria Lelana, Yayasan Tri Pusaka Sakti, Sanggar Seni Kakul Mas, Intan Wianta, Wianta foundation